nkrinews45.com Jakarta, Sektor perunggasan nasional bersiap melakukan transformasi besar guna memperkuat kedaulatan pangan dan kesejahteraan peternak rakyat. Melalui forum strategis dalam rangkaian pameran teknologi pertanian dan peternakan terbesar, AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026, pemerintah bersama asosiasi perunggasan nasional resmi menyepakati penguatan hilirisasi sebagai solusi fundamental atas ketidakpastian harga pasar.
Acara yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2 Jakarta ini, menyoroti peran krusial sektor perunggasan sebagai penyedia protein hewani utama sekaligus penggerak ekonomi pedesaan.Jum’at (08/05/2026)
Dalam pertemuan vital tersebut, terungkap bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Kementerian Pertanian telah mengalokasikan pendanaan masif sebesar Rp20 triliun. Dana ini dipersiapkan untuk membangun ekosistem peternakan ayam terintegrasi berskala nasional.
Selain dukungan finansial, pemerintah merencanakan langkah proteksi bagi peternak lokal dengan mengalihkan wewenang impor bungkil kedelai (soybean meal/SBM) dari pihak swasta kembali ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini diambil untuk menekan volatilitas biaya produksi pakan yang selama ini membebani peternak mandiri.
Alvino, perwakilan dari KPUN sekaligus penyelenggara seminar, menegaskan bahwa hilirisasi bukan lagi sekadar pilihan bagi peternak rakyat.
”Kita perlu membangun infrastruktur pascapanen yang mampu menyerap hasil ternak rakyat secara stabil. Dengan begitu, peternak tidak lagi bergantung pada penjualan ayam hidup yang berisiko tinggi terhadap fluktuasi harga,” ujar Alvino.
Fokus utama dari alokasi dana Rp.20 triliun tersebut diharapkan menyasar pada Pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).Penyediaan fasilitas Cold Storage di sentra-sentra peternakan rakyat dan Pembentukan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk menyerap daging ayam dan telur secara konsisten.
Berbeda dengan seminar pada umumnya, pertemuan ini menghasilkan tiga poin komitmen nyata bagi industri perunggasan diantaranya:
Offtaker Nasional: Komitmen tertulis BUMN Pangan (Bulog/Berdikari) dan Agrinas sebagai penyerap hasil produksi peternak saat harga pasar anjlok.
-Skema Pendanaan Infrastruktur: Rumusan model pembiayaan strategis bersama DANANTARA untuk percepatan pembangunan sarana rantai dingin.
-Peta Jalan CPP: Penyusunan komitmen pemerintah untuk menjadikan protein unggas sebagai cadangan pangan nasional yang setara dengan komoditas beras.
Seminar ini terbagi dalam dua sesi yang menghadirkan pemangku kepentingan kunci. Sesi pagi diisi oleh gabungan asosiasi (PPN, Berkah Telur Blitar, KPUN, PPUI, dan PERMINDO) untuk menyampaikan aspirasi akar rumput. Sementara sesi siang berfokus pada implementasi teknis yang dihadiri oleh Menteri Pertanian, Kepala Bapanas, Dirut PT Berdikari, Dirut PT AGRINAS, hingga pimpinan BPI Danantara.
Melalui sinergi ini, diharapkan ekosistem perunggasan nasional tidak lagi didominasi oleh korporasi besar semata, melainkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang berkeadilan bagi peternak rakyat di seluruh Indonesia.




















