Parik Malintang, 1 September 2025 | Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis terus menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan transformasi kesehatan sesuai enam pilar yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI.
Hal itu disampaikan langsung Bupati saat memberikan arahan pada Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang digelar di Hall IKK Parik Malintang, Senin (1/9). Kegiatan ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan pelaksana utama dari Dinas Kesehatan Padang Pariaman.
“Transformasi kesehatan bukan sekadar program teknis, melainkan misi besar untuk memastikan masyarakat Padang Pariaman hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera. Pemerintah sudah bekerja keras, kini tinggal bagaimana kita semua ikut serta menjaga keberlanjutan program ini,” tegas Bupati John Kenedy Azis.
Capaian Penting di Bawah Kepemimpinan Bupati JKA
Dalam paparannya, Bupati menguraikan sejumlah capaian yang patut diapresiasi. Salah satunya adalah penurunan angka kematian ibu hamil, dari 5 kasus pada tahun 2024 menjadi 4 kasus hingga Agustus 2025. Hal ini sejalan dengan pemeriksaan kehamilan standar (Antenatal Care) yang kini tersedia di 25 Puskesmas lengkap dengan alat USG dan tenaga medis terlatih.
Tidak hanya itu, Padang Pariaman juga berhasil meraih dua penghargaan nasional:
Sertifikat Eliminasi Filariasis (penyakit kaki gajah).
Sertifikat Kabupaten Bebas Frambusia.
Dari sisi mutu layanan, Padang Pariaman kini memiliki 13 Puskesmas berakreditasi Paripurna, 9 Utama, dan 3 Madya, serta RSUD Padang Pariaman yang juga menyandang akreditasi Paripurna. Kabupaten ini bahkan telah dinyatakan Open Defecation Free (ODF) dan sedang menjalani proses verifikasi Kabupaten Sehat tingkat nasional menuju penghargaan Swastisaba.
“Semua capaian ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran dan dukungan masyarakat. Namun saya tekankan, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat kita benar-benar merasakan manfaat dari layanan kesehatan yang lebih baik,” ujar Bupati.
Tantangan Serius Masih Menanti
Meski banyak capaian positif, Bupati John Kenedy Azis juga menegaskan bahwa tantangan besar masih di depan mata. Hingga Agustus 2025, Padang Pariaman mencatat 11 kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terdiri dari 4 kasus difteri dan 7 kasus pertusis.
Selain itu, kasus tuberkulosis paru dan HIV/AIDS menunjukkan tren peningkatan, salah satunya akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini.
Sementara itu, cakupan Universal Health Coverage (UHC) Padang Pariaman baru mencapai 86,07 persen, masih di bawah target nasional sebesar 98 persen. Program cek kesehatan gratis juga belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga, dengan tingkat partisipasi kurang dari 10 persen.
“Kita tidak boleh lengah. Tantangan ini nyata dan harus segera kita jawab dengan kerja bersama. Promosi kesehatan harus digencarkan, kesadaran masyarakat perlu dibangkitkan, dan tenaga medis hingga kader di tingkat nagari harus kita libatkan aktif,” tegas Bupati.
Ajakan Kolaborasi: Kesehatan Tanggung Jawab Bersama
Dalam kesempatan tersebut, Bupati kembali menegaskan bahwa sektor kesehatan tidak bisa berjalan hanya dengan kekuatan pemerintah. Diperlukan partisipasi nyata dari masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga perangkat nagari.
“Kesehatan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan kolaborasi dan kepedulian semua pihak, kita bisa mewujudkan Padang Pariaman yang sehat, tangguh, dan maju,” pungkas Bupati John Kenedy Azis.
Wyndoee


























