Surabaya, Juni 2026 – Komandan Satuan Pendidikan (Dansatdik) Akademi Angkatan Laut (AAL), Kolonel Marinir Kakung Priyambodo, S.T., M.Han., menanamkan nilai-nilai dasar Bela Negara kepada peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang sedang mengikuti Pendidikan Dasar Militer di Akademi Angkatan Laut.
Kolonel Marinir Kakung Priyambodo bersama unsur penyelenggara mendapatkan amanah untuk mendidik dan melatih para peserta SPPI melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Satdik AAL secara khusus dipercaya untuk menyelenggarakan Pendidikan Dasar Militer bagi peserta Program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul yang akan menggerakkan pembangunan di wilayah pesisir Indonesia.
Program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis nasional yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI Purnawirawan Prabowo Subianto, dalam rangka mempercepat pembangunan, memperkuat perekonomian masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter kepemimpinan dan jiwa pengabdian yang kuat.
Pimpinan TNI Angkatan Laut memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan program tersebut. Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, menegaskan komitmen TNI AL untuk mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki semangat bela negara. Sebagai wujud dukungan tersebut, Akademi Angkatan Laut turut berperan aktif dalam menyelenggarakan Pendidikan Dasar Militer bagi para peserta SPPI.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pendidikan, Gubernur Akademi Angkatan Laut Laksda TNI Sigit Santoso telah mendukung secara maksimal dengan berbagai fasilitas dan sarana prasarana yang memadai sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Satdik AAL menjadi salah satu satuan pendidikan yang mendapat alokasi sebanyak 478 peserta didik, yang seluruhnya merupakan perempuan dengan latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari bidang kelautan, perikanan, ekonomi, sosial, pendidikan, hingga bidang ilmu lainnya.
Dalam pembekalan materi Bela Negara, Kolonel Marinir Kakung Priyambodo menegaskan bahwa Bela Negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, serta kerelaan berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
“Materi Bela Negara diberikan dengan tujuan membentuk karakter peserta agar memiliki semangat patriotisme, nasionalisme, disiplin, integritas, jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian yang tinggi. Nilai-nilai tersebut menjadi modal utama bagi para peserta untuk menjalankan tugas sebagai agen perubahan dan penggerak pembangunan di tengah masyarakat,” ujar Kolonel Kakung.
Lebih lanjut disampaikan bahwa materi Bela Negara merupakan bagian penting dari keseluruhan kurikulum Pendidikan Dasar Militer. Selain membangun ketangguhan mental dan fisik, materi tersebut juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara melalui bidang pengabdian masing-masing.
Sejak pembukaan pendidikan pada tanggal 17 Juni 2026, seluruh peserta menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Para peserta menjalani berbagai materi pendidikan yang dirancang untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat kepemimpinan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas di masa mendatang.
Peserta akan mengikuti Pendidikan Dasar Militer selama satu bulan, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan manajerial selama dua minggu yang akan diberikan oleh para dosen dan tenaga ahli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Materi tersebut difokuskan pada pengelolaan dan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih agar para peserta memiliki kemampuan dalam mendampingi, memberdayakan, serta mengembangkan potensi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Melalui program ini, pemerintah berharap lahir sumber daya manusia unggul yang mampu menjadi agen perubahan dalam membangun masyarakat pesisir dan nelayan. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki Indonesia, para peserta diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi bangsa.
Dengan bekal semangat Bela Negara, disiplin, profesionalisme, dan jiwa pengabdian yang ditanamkan selama pendidikan, para peserta SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan siap mendukung serta menyukseskan program-program strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.
Dansatdik AAL Kolonel Marinir Kakung Tanamkan Nilai Dasar Bela Negara kepada Peserta SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih























