PATI – Senin (04/05/2026) Di tengah hiruk pikuk pembangunan fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa Godo, Kecamatan Winong, ada sebuah karya sederhana namun sarat makna yang mulai berdiri kokoh. Sebuah tugu prasasti, dibangun dengan penuh ketelitian oleh Serka Sutrisno, anggota Satgas TMMD, menjadi simbol abadi kehadiran dan pengabdian TNI di desa tersebut.
Tak sekadar tumpukan semen dan batu, tugu prasasti itu menyimpan cerita. Cerita tentang gotong royong, kebersamaan, dan dedikasi tanpa pamrih antara TNI dan masyarakat. Di sela-sela kesibukannya mengerjakan berbagai sasaran fisik TMMD, Serka Sutrisno menyempatkan diri merancang dan membangun tugu tersebut sebagai penanda sejarah.
Dengan alat sederhana dan bahan yang ada di lokasi, ia mengerjakan tugu itu secara bertahap. Keringat yang jatuh seolah menjadi perekat kuat antara niat tulus dan hasil karya yang kini mulai tampak bentuknya. Warga sekitar pun turut membantu, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi ruh dari TMMD.
“Prasasti ini bukan hanya sebagai tanda bahwa TMMD pernah hadir di sini, tetapi juga sebagai pengingat kebersamaan antara TNI dan masyarakat,” ungkap Serka Sutrisno di sela pekerjaannya.
Keberadaan tugu prasasti ini nantinya diharapkan menjadi pengingat bagi generasi mendatang bahwa pembangunan di Desa Godo tidak lepas dari peran serta berbagai pihak, khususnya TNI melalui program TMMD. Lebih dari itu, tugu ini juga menjadi simbol bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, tetapi nyata dan terasa hingga ke pelosok desa.
Suwarno sebagai warga Desa Godo, tugu tersebut bukan hanya monumen, melainkan juga kebanggaan. Sebuah bukti bahwa desa mereka pernah menjadi bagian dari program besar yang membawa perubahan. Anak-anak yang kelak bermain di sekitarnya akan mendengar cerita tentang bagaimana desa mereka dibangun dengan semangat gotong royong.
Di ujung desa yang tenang, tugu prasasti itu kini berdiri. Diam, namun penuh makna. Menjadi saksi bisu bahwa pengabdian tidak selalu harus besar dan megah—cukup tulus, dan dilakukan dengan hati. (Agus Pati)







































