NKRINEWS45. COM |
KENDAL — Kebakaran hebat melanda gudang penampungan barang bekas (rongsok) dan sebuah bengkel teralis/baja ringan di Dusun Krajan RT 04 RW 05, Desa Tampingan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, pada Senin (21/9/2026) pagi.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB tersebut menghanguskan gudang rongsok milik Tedi Wijayanto serta merembet ke usaha bengkel milik Suatno yang berada tepat di sebelahnya. Meski tidak ada korban jiwa, total kerugian materiil dari kedua pemilik usaha ditaksir mencapai Rp 600 juta.
Kapolsek Boja, AKP Budianton, S.H., membenarkan peristiwa gangguan kamtibmas berupa kebakaran tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, musibah ini diduga kuat akibat korsleting arus listrik.
“Kebakaran pertama kali diketahui oleh pekerja di lokasi yang melihat kepulan asap tebal dari area gudang rongsok. Karena material di dalam gudang dominan berupa plastik dan kertas, api dengan cepat membesar dan menjangkau bangunan bengkel di sampingnya,” terang AKP Budianton saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Pemilik bengkel, Suatno (48), yang ditemui langsung di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa sejumlah peralatan operasional dan mesin usahanya ikut ludes terbakar.
“Peralatan elektronik seperti mesin bor, gerinda, dan perkakas baja ringan lainnya tidak sempat diselamatkan. Kerugian di bengkel saya diperkirakan mencapai Rp 100 juta,” tutur Suatno.
Sementara itu, kerugian materiil di gudang rongsok milik Tedi Wijayanto ditaksir mencapai Rp 500 juta, sehingga total kerugian akibat musibah ini berkisar Rp 600 juta.
Penanganan cepat dilakukan setelah warga dan Bhabinkamtibmas melapor ke Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Boja dan Polsek Boja. Personel gabungan dari Polsek Boja, Koramil Boja, Damkar, serta warga sekitar bersinergi melokalisir kobaran api. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu kurang lebih 45 menit.
Kepala Desa Tampingan, Abdul Mujib, yang turun langsung meninjau lokasi kejadian menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa para warganya.
“Kami menyapaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa usaha warga kami ini. Semoga dengan adanya kejadian ini bisa menjadi pembelajaran dan meningkatkan kehati-hatian kita bersama, khususnya terkait keamanan instalasi listrik, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali,” ujar Abdul Mujib.
Saat ini, pihak kepolisian telah mencatat keterangan para saksi, mengamankan area TKP, dan memastikan situasi di lokasi kejadian sudah aman terkendali.
Red-Spyd







































