MOROWALI UTARA – Guna memastikan seluruh tahapan pesta demokrasi di tingkat desa berjalan dengan aman, tertib, dan demokratis, jajaran Polres Morowali Utara menggelar Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2026. Kegiatan krusial ini dilaksanakan dengan khidmat di lapangan upacara Mapolres Morowali Utara, Senin (13/07/2026).
Menanggapi kebutuhan pengamanan taktis berintensitas tinggi, Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah mengerahkan kekuatan penuh dari unsur pelopor. Sebanyak 16 personel pilihan dari Kompi 1 Batalyon C Pelopor di bawah pimpinan Aiptu Hdf Wawolangi diterjunkan langsung untuk bergabung dalam barisan satgas pengamanan bersama unsur TNI, Polres Morowali Utara, dan instansi terkait lainnya.
Apel gelar pasukan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan seluruh personel, sarana, prasarana, serta alutsista penunjang yang akan digeser ke masing-masing tempat pemungutan suara. Fokus utamanya adalah menjamin kelancaran jalannya Pilkades serta mengantisipasi segala bentuk potensi polarisasi dan gesekan sosial di tengah masyarakat.
Dalam barisan apel, personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor tampak siap siaga dengan perlengkapan taktis lengkap. Kehadiran pasukan elite Korps Baret Biru ini diplot sebagai kekuatan pemukul yang siap digerakkan secara cepat dan tepat sekiranya terjadi dinamika eskalasi ancaman Kamtibmas di lapangan selama tahapan pemungutan hingga penghitungan suara.
Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulteng, Kompol Dimas Kembaran, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan jajarannya merupakan bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan jaminan keamanan tanpa cela pada setiap kontestasi politik lokal.
“Pilkades serentak di Kabupaten Morowali Utara memiliki dinamika kedekatan emosional masyarakat yang cukup tinggi, sehingga menuntut kesiapsiagaan penuh dari aparat pengamanan. Kehadiran 16 personel Kompi 1 yang dipimpin oleh Aiptu Hdf Wawolangi di Polres Morowali Utara hari ini adalah untuk mempertegas bahwa Brimob siap menjamin netralitas, keamanan, dan kondusivitas wilayah selama pesta demokrasi berlangsung,” tegas Kompol Dimas Kembaran.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan seluruh personelnya untuk mengedepankan tindakan preventif dan humanis, namun tetap bertindak tegas sesuai prosedur apabila terjadi gangguan nyata. “Jaga sinergitas dengan rekan-rekan TNI dan kewilayahan. Berikan rasa aman yang maksimal kepada masyarakat agar mereka dapat menyalurkan hak pilihnya secara tenang, jujur, dan adil,” pungkasnya.































