Polisi Hadir Menjaga Masa Depan Generasi Muda, Satgas Anti Tawuran Perkuat Sinergi di Jatinegara

Jakarta – Kehadiran jajaran Polres Metro Jakarta Timur kembali terasa di tengah masyarakat saat Kasat Binmas AKBP Dedi Nurhadi, melaksanakan sambang dan silaturahmi ke Vihara Buddhis Avalokiteshvara, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (16/02) siang.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan langkah Satgas Anti Tawuran yang terus digencarkan guna menekan potensi konflik remaja dan gangguan ketertiban masyarakat di wilayah Jakarta Timur.

Dalam pertemuan bersama pengurus vihara, termasuk Ibu Kusni C, dibahas pentingnya kolaborasi antara tokoh agama, pengurus rumah ibadah, dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Kasat Binmas menegaskan bahwa pencegahan tawuran tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Dibutuhkan kepedulian bersama, mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama. Rumah ibadah dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan moral dan penguatan nilai-nilai kedamaian bagi generasi muda.

AKBP Dedi Nurhadi menyampaikan bahwa Satgas Anti Tawuran hadir bukan semata untuk melakukan penindakan, tetapi juga mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi konflik serta komunikasi aktif antara warga dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di wilayah masing-masing.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh pembinaan. Tawuran bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak masa depan generasi muda. Karena itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli, saling mengingatkan, dan segera melaporkan apabila ada indikasi gangguan kamtibmas,” ujar AKBP Dedi Nurhadi.

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Binmas juga menyampaikan imbauan kamtibmas agar masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas remaja, mengaktifkan kembali komunikasi antarwarga, serta tidak ragu melapor ke Polsek terdekat apabila terjadi kejadian menonjol.

Ia juga mengingatkan agar media sosial tidak digunakan untuk provokasi yang dapat memicu konflik antar kelompok.

Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan dialog terbuka, memperlihatkan komitmen kepolisian untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Upaya pencegahan tawuran melalui pendekatan humanis diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial serta menjaga Jakarta Timur tetap aman dan harmonis.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *