Polisi Perkuat Patroli Dini Hari, Posko Anti Tawuran Makasar Siaga Jaga Generasi Muda

Jakarta — Komitmen menjaga keamanan dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya tawuran kembali ditegaskan jajaran Polsek Makasar, Jakarta Timur.

Pada Senin dini hari, 16 Februari 2026 pukul 01.00 WIB, personel Posko Terpadu Anti Tawuran Cipinang Melayu yang berlokasi di Jalan Raya Kalimalang melaksanakan patroli intensif di titik-titik rawan gangguan kamtibmas.

Kegiatan patroli dilakukan menyasar jam-jam rawan yang kerap dimanfaatkan untuk aksi tawuran dan kejahatan jalanan. Selain menyisir lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya remaja pada malam hari, petugas juga melaksanakan sambang dialogis kepada warga guna menyampaikan pesan kamtibmas serta mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungannya.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat pada waktu rawan tersebut merupakan bentuk langkah preventif dan respons cepat untuk mencegah potensi konflik antar kelompok remaja.

Dari hasil pemantauan, situasi terpantau aman dan kondusif, aktivitas warga berjalan normal, serta tidak ditemukan adanya indikasi tawuran maupun gangguan keamanan lainnya.

Kapolsek Makasar, Sumardi, menegaskan bahwa patroli dan siaga posko akan terus dilakukan secara konsisten sebagai bentuk perlindungan nyata kepada masyarakat.

“Kami tidak ingin ada satu pun anak di wilayah Makasar yang menjadi korban ataupun pelaku tawuran. Kehadiran anggota pada dini hari adalah bentuk keseriusan kami mencegah potensi gangguan sebelum terjadi. Pencegahan jauh lebih utama daripada penindakan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum yang mengganggu ketertiban umum. Namun demikian, pendekatan humanis dan pembinaan tetap dikedepankan, khususnya terhadap para remaja, dengan melibatkan orang tua, tokoh masyarakat, dan pihak sekolah.

Kapolsek turut mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari, serta memantau penggunaan media sosial yang kerap menjadi sarana komunikasi negatif.

Masyarakat juga diminta segera melapor apabila melihat adanya gerombolan remaja yang mencurigakan atau potensi konflik di lingkungan masing-masing.

“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, arahkan mereka pada kegiatan positif, dan jangan beri ruang bagi kekerasan di Jakarta Timur. Masa depan mereka adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, wilayah Makasar diharapkan tetap aman, tertib, dan kondusif, sehingga generasi muda dapat tumbuh dalam lingkungan yang damai dan penuh harapan.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *