PADANG PARIAMAN | Pagi itu, suasana di Puskesmas Kayu Tanam terasa berbeda. Deretan orang tua tampak menggandeng anak-anak mereka dengan wajah harap sekaligus cemas. Namun di balik itu, terselip rasa lega yang tak bisa disembunyikan. Hari itu menjadi momen bersejarah, saat Ketua BAZNAS Padang Pariaman memulai langkah nyata melalui program sunatan massal gratis bagi anak-anak keluarga kurang mampu.
Program ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Ketua BAZNAS Padang Pariaman menegaskan bahwa sunatan massal gratis menjadi bagian dari misi besar lembaganya untuk membantu 1.000 anak sepanjang tahun 2026. Target tersebut menjadi simbol komitmen kuat dalam menghadirkan manfaat nyata dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat.
Sebanyak 30 anak menjadi peserta perdana pada pelaksanaan yang dipusatkan di Puskesmas Kayu Tanam, Jumat (13/2/2026). Sejak pagi, satu per satu peserta datang didampingi keluarga. Tangis kecil, tawa gugup, hingga pelukan hangat dari orang tua mewarnai suasana, menciptakan potret kemanusiaan yang menyentuh hati.
Ketua BAZNAS Padang Pariaman menuturkan bahwa program ini lahir dari kepedulian terhadap banyak keluarga yang selama ini terkendala biaya untuk melaksanakan khitan. Baginya, sunatan bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga bagian penting dari kesehatan anak yang harus difasilitasi dengan layak.
“Target kita tahun ini 1.000 anak. Hari ini baru tahap awal di Kayu Tanam. Insya Allah akan berlanjut ke kecamatan lain secara bertahap,” ujarnya dengan optimisme, sembari memantau langsung jalannya kegiatan.
Respons masyarakat pun begitu hangat. Banyak orang tua mengaku sangat terbantu dengan program tersebut, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Biaya khitan yang biasanya cukup besar kini tak lagi menjadi penghalang, karena seluruh layanan diberikan secara gratis, termasuk obat-obatan dan perlengkapan pasca tindakan.
Tak hanya menghadirkan layanan medis, Ketua BAZNAS Padang Pariaman juga menekankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan kegiatan. Anak-anak diberikan motivasi agar tidak merasa takut. Beberapa di antaranya bahkan terlihat tersenyum bangga setelah keluar dari ruang tindakan, disambut pelukan haru dari keluarga.
Tim medis dari Puskesmas Kayu Tanam memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar kesehatan. Mulai dari pemeriksaan awal, sterilisasi alat, hingga observasi pasca khitan dilakukan secara ketat. Hal ini menjadi bukti bahwa program sosial tetap mengedepankan kualitas layanan medis yang profesional.
Di balik kegiatan ini, tersimpan makna besar tentang optimalisasi dana umat. Ketua BAZNAS Padang Pariaman menegaskan bahwa setiap zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat harus kembali dalam bentuk manfaat nyata. Program sunatan massal menjadi salah satu wujud konkret distribusi dana sosial yang tepat sasaran.
Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan unsur pemerintah daerah. Kolaborasi antara lembaga zakat dan fasilitas layanan kesehatan dinilai sebagai model sinergi yang efektif dalam memperluas akses layanan sosial bagi masyarakat kurang mampu.
Dimulainya program di Kayu Tanam menjadi titik awal perjalanan panjang menuju target 1.000 anak. Namun lebih dari sekadar angka, Ketua BAZNAS Padang Pariaman ingin menghadirkan gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan, membangun generasi yang sehat, kuat, dan religius.
Di tengah derasnya tantangan zaman, langkah sederhana seperti sunatan massal gratis mampu menghadirkan harapan besar. Dari ruang kecil di Puskesmas Kayu Tanam, lahir kisah-kisah ketulusan yang menegaskan bahwa kepedulian sosial masih hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat.
Catatan Redaksi: Program sunatan massal gratis BAZNAS Padang Pariaman menjadi contoh nyata bagaimana dana umat dikelola secara transparan dan berdampak langsung. Diharapkan gerakan serupa terus meluas agar manfaat zakat semakin dirasakan masyarakat luas.
Zakirman







































