NKRINEWS45. COM |
KENDAL – Dalam upaya memperkuat kepercayaan publik dan memastikan tata kelola dana umat yang transparan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kendal menerima audiensi strategis dari jajaran pengurus Forum Kendal Bersatu (FKB) pada Kamis (26/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kantor BAZNAS Kendal tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk mengklarifikasi berbagai isu yang berkembang di masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kendal, Dr. H. Syamsul Huda, menyambut langsung rombongan FKB yang dipimpin oleh Ketua Umum Haryono, Penasehat Sudarsono, beserta jajaran anggota lainnya. Fokus utama dalam dialog ini adalah menjawab kekhawatiran masyarakat terkait isu pengalihan dana infak ke program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Syamsul Huda menegaskan bahwa seluruh pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di BAZNAS Kendal dilakukan dengan prinsip Good Corporate Governance yang ketat, sesuai syariat Islam dan regulasi perundang-undangan.
“Kami bekerja secara terbuka. Saya pastikan tidak ada rekayasa dalam penyaluran dana. Seluruh dana ZIS sudah memiliki pos-pos mustahik (penerima) yang jelas dan sesuai ketentuan. Kami sangat mengapresiasi FKB yang mau berdialog langsung sehingga informasi yang sampai ke masyarakat tetap akurat,” tegas Syamsul Huda.
Di sisi lain, Ketua Umum FKB, Haryono, menyatakan bahwa audiensi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral FKB sebagai wadah organisasi masyarakat untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Pihaknya merasa perlu mendapatkan validasi langsung agar isu-isu liar di lapangan tidak memicu kegaduhan.
“Kedatangan kami adalah untuk memastikan isu yang kurang tepat, terutama soal dana infak untuk MBG, mendapatkan penjelasan resmi dari sumbernya. Kami ingin masyarakat Kendal mendapatkan kejelasan sehingga tidak terjadi simpang siur informasi,” ungkap Haryono.
Sebagai hasil dari pertemuan yang harmonis tersebut, muncul gagasan strategis untuk menjadikan Forum Kendal Bersatu sebagai mitra pembangunan atau “Duta BAZNAS”. Sinergi ini diharapkan dapat membantu edukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat serta memastikan bantuan sosial tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Kendal menjelang Lebaran 2026. Kedua belah pihak sepakat bahwa transparansi adalah kunci utama dalam membangun kesejahteraan umat di Kendal.
Red-Spyd































