SIGI – Penyelarasan strategi taktis untuk mengoptimalkan fase pemulihan dampak gempa bumi di Desa Kamarora, Kabupaten Sigi, terus dilakukan oleh unsur-unsur pimpinan di lapangan. Wadanyon A Pelopor Satbrimobda Sulteng, AKP Cahyo Suryanto, mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Posko SAR penanganan bencana, Jumat (26/06).
Rapat koordinasi yang mempertemukan berbagai instansi terkait ini berfokus pada evaluasi capaian operasional kemanusiaan yang telah berjalan selama sepuluh hari terakhir di sektor pemukiman. Selain mengevaluasi distribusi logistik, pasokan air bersih, dan pembersihan puing bangunan, forum ini juga merumuskan pemetaan skala prioritas untuk penanganan taktis pada hari-hari berikutnya.
Keikutsertaan pimpinan Batalyon A Pelopor dalam rakor ini memastikan seluruh pengerahan kekuatan personel Brimob di lapangan—termasuk pengoperasian dapur lapangan, armada water treatment, dan tim evakuasi SAR—dapat berjalan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat dan instruksi komando posko utama. Langkah ini penting guna menghindari adanya tumpang tindih fungsi pelayanan di zona pengungsian.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Cahyo Suryanto memaparkan kesiapan jajarannya untuk terus mempertahankan konsistensi pelayanan dasar kemanusiaan hingga situasi sosial ekonomi warga Kamarora kembali stabil. Pihaknya menegaskan bahwa sinergitas komunikasi antarinstansi menjadi kunci utama efisiensi penanganan dampak bencana di Kabupaten Sigi.
Pertemuan taktis di Posko SAR Kamarora ini menghasilkan sejumlah kesepakatan krusial terkait percepatan normalisasi fasilitas publik dan pemukiman warga. Melalui komitmen kerja sama yang dipertegas dalam rakor ini, seluruh unsur penolong di lokasi bencana siap melanjutkan aksi kemanusiaan secara terpadu demi mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

































