NKRINEWS45. COM |
DEMAK – Kesempatan bagi siswa SMP yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah berasrama dengan beasiswa penuh masih terbuka. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) Tahun Ajaran 2027/2028 dibuka hingga 28 Oktober 2026.
Informasi tersebut disampaikan Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Demak saat menggelar sosialisasi SPMB SMA KTB di SMP Negeri 3 Demak, Selasa (6/10/2026).
SMA Kemala Taruna Bhayangkara merupakan sekolah berasrama yang memberikan beasiswa penuh kepada seluruh siswa yang diterima. Pada penerimaan tahun ini, tersedia kuota 180 siswa putra dan putri dari seluruh Indonesia.
Kabag SDM Polres Demak yang diwakili Kasubbag Dalpers AKP Margono mengatakan, sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai persyaratan, tahapan seleksi, hingga fasilitas pendidikan yang akan diperoleh.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan informasi yang jelas kepada para siswa mengenai SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan proses SPMB Tahun Ajaran 2027/2028. Kami berharap siswa yang berminat dapat mempersiapkan diri sejak awal,” kata Margono.
Menurutnya, pendaftaran dilakukan secara daring dan tidak dipungut biaya. Pendaftaran telah dibuka sejak 28 September dan akan berakhir pada 28 Oktober 2026.
Siswa yang dinyatakan diterima akan mendapatkan beasiswa 100 persen selama tiga tahun masa pendidikan. Beasiswa tersebut mencakup biaya pendidikan, asrama, makan tiga kali sehari, layanan kesehatan 24 jam, seragam sekolah, hingga fasilitas laptop.
“Karena kuotanya terbatas, kami mengimbau siswa yang memenuhi persyaratan agar tidak menunggu sampai mendekati batas akhir pendaftaran,” ujarnya.
Salah satu persyaratan akademik yang harus diperhatikan calon peserta adalah nilai rapor. Siswa wajib memiliki nilai minimal 80 pada skala 100 atau 8,0 pada skala 10 untuk masing-masing mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris pada semester 1 hingga semester 4 SMP.
Dengan demikian, nilai 80 tersebut bukan merupakan nilai rata-rata dari ketiga mata pelajaran, melainkan harus terpenuhi pada masing-masing mata pelajaran dan semester yang dipersyaratkan.
Selain persyaratan akademik, calon peserta harus sehat jasmani dan rohani, belum genap berusia 17 tahun pada 1 Juli 2027, serta bersedia mengikuti pendidikan dengan sistem asrama selama tiga tahun.
Dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain NISN, rapor semester 1 sampai 4, dokumen identitas, surat rekomendasi, serta surat keterangan penghasilan orang tua atau wali.
Calon peserta diminta tetap mengacu pada portal resmi penerimaan untuk memastikan persyaratan dan dokumen yang harus diunggah sesuai ketentuan terbaru.
Tahap awal pendaftaran dilakukan secara daring melalui kanal resmi penerimaan. Peserta mengisi data pendaftaran dan mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.
Karena pendaftaran tidak dipungut biaya, siswa dan orang tua juga diminta waspada terhadap pihak yang menawarkan jasa kelulusan dengan meminta sejumlah uang.
“Pendaftaran ini gratis. Jadi, jangan mudah percaya apabila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta pembayaran,” tegas Margono.
Setelah mengikuti seleksi daerah, peserta yang lolos belum otomatis dinyatakan diterima. Mereka masih harus mengikuti seleksi terpusat yang dilaksanakan secara langsung di SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Maret 2027.
Pada tahap seleksi akhir, kemampuan peserta tidak hanya diukur dari aspek akademik. Seleksi meliputi tes akademik dan nonakademik, simulasi International English Language Testing System (IELTS), uji kesamaptaan jasmani, diskusi kelompok, serta wawancara.
Karena itu, calon peserta tidak cukup hanya mempersiapkan nilai akademik. Kondisi fisik, kemampuan berkomunikasi, kerja sama dalam kelompok, serta kesiapan mengikuti wawancara juga menjadi bagian yang perlu dipersiapkan.
SMA KTB juga mengembangkan lingkungan pendidikan dengan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya lapangan olahraga, perpustakaan digital, dan laboratorium robotika. Ekosistem pembelajarannya turut mengenalkan teknologi kecerdasan buatan, robotika, dan drone.
Meski menggunakan nama Bhayangkara, SMA Kemala Taruna Bhayangkara bukan merupakan jalur langsung untuk menjadi anggota Polri maupun masuk Akademi Kepolisian (Akpol).
Lulusan SMA KTB tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi dan mengembangkan karier di berbagai bidang sesuai minat dan kemampuannya.
Sekolah tersebut menitikberatkan perpaduan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kepemimpinan.
Margono berharap sosialisasi yang dilakukan secara langsung di sekolah dapat membantu siswa dan orang tua memahami seluruh tahapan penerimaan sehingga dapat mempersiapkan diri secara lebih matang.
“Bagi siswa yang berminat, informasi ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk mempersiapkan diri sejak awal sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Munthohar_Ershi
Red-Spyd








































