Di tengah meningkatnya tantangan penanggulangan bencana dan operasi kemanusiaan di Indonesia, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama keberhasilan tugas pencarian dan pertolongan.
Semangat kolaborasi tersebut tercermin dalam Pembukaan Jambore Potensi dan Pameran _Search And Rescue_ (SAR) 2026 yang digelar oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Lapangan Green Belt PIK 2, Jakarta, dengan mengusung tema “Meningkatkan Personel SAR yang Profesional, Modern dan Terpuji”. Sabtu (14/2/2026).
Acara dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dihadiri Teknisi KBRN Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima, Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib, perwakilan Asisten Operasi Kasau Kolonel Pnb Tubagus Hasan A.M., serta para Pejabat Utama Basarnas.
Dalam sambutannya, Kabasarnas menegaskan bahwa Jambore Potensi SAR bertujuan memberikan gambaran dan pemahaman kepada seluruh unsur SAR dalam melaksanakan tugas kemanusiaan di bidang pencarian dan penyelamatan terhadap jiwa manusia maupun harta benda.
Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kemampuan di bidang SAR harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan intensif, sehingga personel menjadi terampil, mahir, dan profesional dalam pelaksanaan operasi SAR.
Kabasarnas juga menekankan pentingnya melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk turut ambil bagian dalam setiap pelaksanaan operasi SAR sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Jambore SAR 2026 diharapkan mampu memperkuat koordinasi, kolaborasi, komunikasi, dan sinkronisasi antarinstansi dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Dalam penegasannya, Kabasarnas menyampaikan bahwa meskipun seragam dan organisasi berbeda, tugas SAR adalah tugas bersama demi kemanusiaan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas dan kesiapsiagaan unsur pencarian dan pertolongan (SAR) secara nasional.
Kehadiran Teknisi KBRN Utama Tk. II Korbrimob Polri dalam kegiatan ini merupakan wujud dukungan nyata Korbrimob Polri terhadap penguatan sinergitas lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan situasi darurat, sejalan dengan semangat pengabdian untuk kemanusiaan.



























