Wujud Kepedulian Pendidikan Anak, SMAN 1 Boja Gelar Gerakan Ayah Mengambil Raport (GAMAR)

NKRINEWS45. COM |
KENDAL, BOJA — SMAN 1 Boja meluncurkan langkah inovatif dalam memperkuat peran keluarga terhadap dunia pendidikan. Melalui program Gerakan Ayah Mengambil Raport (GAMAR), sekolah mendorong keterlibatan aktif sosok ayah dalam mengawal tumbuh kembang dan capaian belajar para siswa.

Program yang dilaksanakan pada Jumat (19/06/2026) ini mengubah momentum pembagian rapor dari sekadar rutinitas administratif formal menjadi ruang dialog yang bermakna. Kehadiran para ayah di sekolah menjadi bukti nyata perhatian dan tanggung jawab moral orang tua terhadap masa depan anak.

Kepala SMAN 1 Boja, Drs. Nurhadi, M.Pd., menegaskan bahwa program ini digagas untuk mengubah paradigma pembagian rapor di sekolah.

“Selama ini, kehadiran orang tua saat pengambilan rapor dominan diwakili oleh ibu. Melalui GAMAR, kami ingin menggugah kesadaran para ayah bahwa keterlibatan mereka sangat krusial. Kehadiran sosok ayah memberikan dampak psikologis yang luar biasa—anak merasa diakui dan didukung,” ujar Nurhadi.

Melalui GAMAR, para ayah berkesempatan berdiskusi langsung dengan wali kelas maupun guru mata pelajaran. Evaluasi yang dibahas tidak hanya terbatas pada nilai akademik, tetapi juga mencakup aspek sikap, kedisiplinan, keaktifan, hingga pemetaan potensi khusus yang dimiliki siswa.

Dilihat dari perspektif Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), keterlibatan aktif sosok ayah merupakan bagian terpenting dari penguatan fungsi keluarga. Keterlibatan ini menjadi fondasi utama dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.

Hasil evaluasi pendidikan tersebut tidak hanya menjadi catatan bagi pihak sekolah, tetapi juga menjadi panduan bagi keluarga untuk menentukan pola pendampingan anak di rumah secara berkelanjutan.

Selain mempererat komunikasi dengan pihak sekolah, kehadiran ayah saat pengambilan rapor memberikan dampak emosional yang positif bagi peserta didik. Langkah sederhana ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas usaha dan proses belajar yang telah dilalui anak.

Momen ini juga dimanfaatkan para ayah untuk memberikan dorongan motivasi, membantu anak mengevaluasi kekurangan, serta merencanakan target belajar ke depan.

Melalui program GAMAR, SMAN 1 Boja membuktikan bahwa pembangunan kualitas penduduk dan SDM berdaya saing tinggi senantiasa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, melalui perhatian, komunikasi intensif, dan pendampingan yang konsisten.

Red-Spyd

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *