PADANG PARIAMAN | Pergantian Camat Sungai Limau bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan momentum pembuktian bahwa pemerintah harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan pesan tegas kepada Afrizaldi yang menerima amanah sebagai Camat Sungai Limau menggantikan Dawanis. Dalam serah terima jabatan yang berlangsung Senin (26/10/2026), Bupati menegaskan bahwa camat tidak boleh hanya menjadi pejabat administratif yang menunggu laporan di balik meja. Pemimpin wilayah harus turun langsung, melihat persoalan masyarakat, mendengar aspirasi wali nagari, dan memastikan pelayanan pemerintahan berjalan cepat serta manusiawi.
John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi kepada Dawanis atas pengabdian, kerja keras, dan dedikasinya selama memimpin Kecamatan Sungai Limau. Kepada Afrizaldi, yang sebelumnya menjabat Camat Sungai Geringging, Bupati meminta agar segera beradaptasi dan membangun komunikasi dengan seluruh unsur pemerintahan serta masyarakat. Pesan utamanya sangat jelas: jabatan camat adalah amanah pelayanan, bukan sekadar kedudukan struktural. Kehadiran seorang pemimpin harus dapat dirasakan warga, terutama ketika mereka menghadapi persoalan administrasi, sosial, ekonomi, maupun kebutuhan pembangunan di nagari.
Bupati secara khusus mengingatkan agar Afrizaldi memperkuat koordinasi dengan Forkopimca, wali nagari, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, komunikasi terbuka menjadi kunci untuk mendeteksi persoalan sejak dini dan mencegah masalah berkembang semakin besar. Pelayanan publik juga harus mudah diakses, responsif, transparan, dan tidak diskriminatif. Masyarakat tidak seharusnya dipersulit oleh birokrasi yang berbelit-belit. Camat harus mampu menjadi penghubung yang efektif antara kebutuhan warga di tingkat nagari dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
Tak hanya pelayanan administrasi, John Kenedy Azis juga menyoroti pentingnya pembangunan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Infrastruktur seperti jalan dan jembatan tetap diperlukan, tetapi pembangunan tidak boleh berhenti pada proyek fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pertanian, pengembangan pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pembukaan peluang bagi generasi muda harus berjalan beriringan. Sungai Limau memiliki potensi yang perlu dikembangkan melalui kerja sama pemerintah kecamatan, nagari, dan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata.
Pesan Bupati tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Afrizaldi untuk membuktikan bahwa kepemimpinan di tingkat kecamatan dapat menghadirkan perubahan konkret. Evaluasi pelayanan, kecepatan menindaklanjuti pengaduan, keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat, dan pemerataan perhatian antarwilayah harus menjadi ukuran kinerja. Jangan sampai masyarakat hanya bertemu pejabat ketika ada acara seremonial, sementara persoalan sehari-hari mereka tidak memperoleh penyelesaian. Pemerintah harus hadir sebelum keluhan menjadi krisis dan bekerja berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
Kini, amanah kepemimpinan Sungai Limau berada di tangan Afrizaldi. Masyarakat menantikan pembuktian atas pesan yang disampaikan Bupati John Kenedy Azis: pelayanan humanis, kedekatan dengan rakyat, dan pembangunan yang tidak meninggalkan satu pun nagari. Sebab, keberhasilan seorang camat bukan diukur dari berapa banyak kegiatan yang dihadiri atau laporan yang disusun, melainkan dari seberapa besar perubahan dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Jabatan boleh berganti, tetapi tanggung jawab melayani rakyat tidak boleh berhenti. Pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang mau turun, mendengar, bekerja, dan memberikan solusi.
Zakirman








































