Situasi keamanan di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, berangsur kondusif pasca terjadinya perkelahian kelompok antar pemuda yang sempat memicu ketegangan pada Selasa malam, 5 Mei 2026. Aparat gabungan bergerak cepat mendatangi TKP dan melakukan penyisiran guna mencegah konflik susulan agar tidak meluas.
Sekitar pukul 23.30 WITA, sebanyak satu Satuan Setingkat Regu (SSR) personel Kompi 3 Batalyon D Pelopor bersama personel Polsek Bua dan Sat Samapta Polres Luwu melaksanakan apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bua, AKP PY. Catur Suhendra, S.H. Dalam arahannya, seluruh personel ditekankan untuk bertindak tegas namun tetap terukur dan mengedepankan cara humanis dalam mengendalikan situasi.
Tidak berselang lama, tim gabungan bergerak menuju Dusun Padang, Desa Puty. Di lokasi tersebut, petugas menemukan sekelompok pemuda yang diduga terlibat dalam aksi perkelahian. Hasil penyisiran mengungkap sejumlah barang bukti berbahaya seperti ketapel busur, tombak, parang panjang, hingga senjata tajam jenis samurai dan petasan rakitan, yang diduga kuat digunakan dalam bentrokan perang kelompok.
Penyisiran kemudian dilanjutkan ke Dusun Labokke sekitar pukul 00.40 WITA. Meskipun para pemuda melarikan diri, aparat kembali menemukan alat yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Pengembangan dan penyisiran terus dilakukan hingga mengarah pada rumah salah satu terduga pelaku pembusuran yang menyebabkan korban luka, yakni Sdr. Jumsar (26), warga Kecamatan Ponrang. Dari lokasi tersebut, kembali diamankan barang bukti, meski pelaku utama berhasil melarikan diri.
Hingga pukul 01.30 WITA, sebanyak 19 terduga pelaku berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti dan langsung dibawa ke Mapolsek Bua untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di ruang Reskrim.
Dari hasil operasi tersebut, aparat berhasil menyita berbagai barang bukti berbahaya, di antaranya puluhan ketapel dan anak busur, tombak, parang panjang, hingga senjata tajam lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa aksi bentrokan tersebut tidak terjadi secara spontan, melainkan telah dipersiapkan dan direncanakan sebelumnya.
Meskipun situasi saat ini terpantau relatif aman dan terkendali, aparat tetap mewaspadai potensi aksi balasan dari kelompok yang terlibat. Bentrokan ini sendiri diduga dipicu oleh kesalahpahaman antar pemuda yang berkembang menjadi konflik terbuka, diperparah lagi oleh kuatnya solidaritas kelompok serta minimnya kontrol sosial dari pemerintah setempat, tokoh masyarakat dan adat.
Perhatian khusus juga tertuju pada keterlibatan sejumlah pelaku yang masih berstatus pelajar dan berusia remaja. Hal ini menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat, untuk meningkatkan pembinaan serta pengawasan terhadap generasi muda.
Upaya cepat dan terukur dari aparat gabungan dinilai berhasil meredam eskalasi konflik pada tahap awal. Ke depan, langkah preventif seperti peningkatan patroli skala besar dan patroli dialogis di titik-titik rawan, khususnya di Dusun Padang dan Dusun Labokke, akan terus digencarkan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di Kecamatan Bua tetap aman, kondusif, dan terhindar dari konflik serupa di masa mendatang.








































