Dogiyai, Papua Tengah – Pasca kejadian penembakan mobil lintas Nabire pada tanggal 3 Mei 2026 serta pengerusakan mobil Fortuner pada tanggal 9 Mei 2026 yang diduga dilakukan oleh kelompok OTK/KNPB di wilayah Kabupaten Dogiyai, personel Resimen III Pasukan Pelopor Korbrimob yang melaksanakan operasi kontinjensi di wilayah Papua Tengah Kabupaten Dogiyai merespons cepat dengan melaksanakan kegiatan patroli dan observasi keamanan di sejumlah titik rawan.
Sebanyak 19 personel Resimen III Pasukan Pelopor Korbrimob BKO Polda Papua Tengah yang dipimpin Danyon Gas Kompol Wugar Adi Nugroho bersama Danki Gas Iptu Muhammad Krisna Dirgantara melaksanakan patroli ke sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Kantor DPRD dan Dinas Kesehatan Dogiyai, sebagai upaya peningkatan kewaspadaan pascakejadian gangguan keamanan sebelumnya.
Pada saat kegiatan patroli Minggu pagi (10/5/2026), terjadi kontak tembak antara personel Brimob dengan kelompok orang tak dikenal (OTK) yang diduga merupakan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terafiliasi KNPB/TPNPB di Kampung Idadagi, Kabupaten Dogiyai.
Sekitar pukul 08.30 WIT, saat personel bergerak menuju Kampung Idadagi, situasi berkembang menjadi kontak tembak setelah aparat diduga mendapat serangan dari arah kelompok tersebut. Personel segera melakukan tindakan perlindungan dan pengamanan sesuai prosedur di lapangan.
Dalam kejadian tersebut, kelompok itu diketahui membawa senjata api, termasuk senjata rakitan dan senjata laras panjang jenis SS1-V1, serta melakukan penembakan ke arah aparat meski telah diberikan imbauan untuk menghentikan aktivitasnya.
Aparat kemudian memberikan tembakan peringatan sebelum melakukan tindakan tegas dan terukur. Kontak tembak berlangsung singkat hingga kelompok tersebut melarikan diri ke berbagai arah.
Usai situasi dinyatakan terkendali, personel melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya senjata api rakitan, amunisi kaliber 5,56 mm, senjata tajam, busur dan anak panah, serta sejumlah perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.
Mengetahui adanya kejadian tersebut, personel Polres Dogiyai di bawah pimpinan Kapolres Dogiyai AKBP Dennis Arya Putra bersama personel Brimob Polda Papua Tengah datang langsung ke lokasi guna memperkuat pengamanan serta membantu proses sterilisasi area.
Setelah seluruh rangkaian pengamanan selesai dilakukan, personel melaksanakan konsolidasi dan kembali ke Mako Polres Dogiyai.
Hingga saat ini, aparat masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Pengamanan di wilayah Kabupaten Dogiyai juga ditingkatkan guna mengantisipasi potensi gangguan susulan.
Situasi di lokasi kejadian dilaporkan berangsur kondusif, dengan aparat tetap melakukan pemantauan dan siaga di sejumlah titik strategis.





























