Semarang — Wujud nyata nguri-uri tradisi luhur dan memperkuat tali silaturahim antargenerasi kembali ditunjukkan oleh keluarga besar paguyuban “GUYUB RUKUN” Trah Mbah Kamsir (Alm). Pada hari ini, Minggu (08/11/2026), paguyuban tersebut menggelar acara khaul akbar yang sarat dengan nilai kekeluargaan, penghormatan kepada leluhur, serta kearifan lokal yang khidmat bertempat di Makam Sasono Loyo Dawung,Kecamatan Mijen,Semarang.
Kegiatan tahunan yang dihelat mulai pukul 15.30 WIB ini tidak hanya menjadi sarana spiritual untuk mendoakan para pendahulu yang telah berpulang, tetapi juga momentum strategis untuk merajut kembali simpul persaudaraan keluarga besar Trah Mbah Kamsir yang kini tersebar di berbagai wilayah.
Menanggapi tradisi ziarah dan khaul leluhur yang terus dijaga konsistensinya ini, tokoh masyarakat setempat, Mbah Samsudin (Kopral), memberikan apresiasi mendalam. Menurutnya, tradisi semacam ini memiliki dimensi sosial, budaya, dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat modern.
“Acara khaul seperti ini adalah wujud nyata bakti dan penghormatan kita kepada para pendahulu yang telah merintis jalan hidup bagi anak cucunya. Selain aspek religius, kegiatan ini memperkuat kerukunan sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat. Merawat tradisi luhur adalah bagian dari merawat jati diri kita,” ujar Mbah Samsudin (Kopral).
Ia juga menambahkan bahwa kompleks Makam Sasono Loyo Dawung memiliki nilai historis tersendiri bagi warga sekitar. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ini sekaligus menjadi edukasi penting untuk terus menjaga kebersihan, kelestarian, dan nilai sakral ruang publik yang bersejarah tersebut.
Sementara itu, pihak panitia pelaksana menyampaikan rasa syukur atas antusiasme keluarga besar “GUYUB RukUn” yang hadir tepat waktu. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, khidmat, dan lancar, mencerminkan komitmen kuat Trah Mbah Kamsir dalam melestarikan warisan budaya serta menjaga harmoni kekeluargaan selamanya.(Red-Spyd).



































