PERSONEL DETASEMEN GEGANA SATBRIMOB POLDA JATIM LAKSANAKAN DISPOSAL GRANAT TANGAN TYPE 97 JEPANG DI WILAYAH HUKUM POLRES LUMAJANG

Lumajang – Personel Unit Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur melaksanakan penanganan dan pemusnahan (disposal) terhadap satu buah granat tangan Type 97 Jepang yang ditemukan di wilayah hukum Polres Lumajang. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat guna memastikan keamanan dan keselamatan warga dari potensi bahaya bahan peledak sisa perang. Granat Type 97 merupakan granat fragmentasi buatan Jepang yang digunakan pada era Perang Dunia II dan hingga kini masih sesekali ditemukan di Indonesia sebagai peninggalan perang.

Setelah menerima informasi dari Polres Lumajang, personel Unit Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur bergerak cepat menuju lokasi dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bahan peledak. Tim melakukan identifikasi, sterilisasi area, pengamanan lokasi, serta asesmen terhadap kondisi granat untuk memastikan tingkat risiko sebelum dilakukan pemusnahan.

Selanjutnya, granat tangan Type 97 Jepang tersebut dievakuasi ke lokasi disposal yang aman dan memenuhi standar keamanan. Proses pemusnahan dilaksanakan secara profesional menggunakan metode disposal sesuai prosedur, sehingga ancaman yang ditimbulkan dari bahan peledak tersebut dapat dinetralisir tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Kegiatan ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan profesionalisme Personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur dalam menangani ancaman bahan peledak, sekaligus bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Masyarakat diimbau agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda yang diduga merupakan bahan peledak. Apabila menemukan benda mencurigakan yang menyerupai bom, granat, mortir, atau amunisi lainnya, segera laporkan kepada kantor kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kompetensi dan peralatan khusus.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed