Jakarta – Kehadiran polisi di tengah masyarakat kembali terasa nyata saat kegiatan pembinaan lapangan Siswa Latja Diktukba Polri SPN PMJ Gelombang I Tahun 2026 di wilayah Cakung, Jakarta Timur. Rabu (06/05).
Di tengah pelaksanaan sambang dan patroli dialogis, para siswa tidak hanya mendapatkan pembekalan teknis, tetapi juga langsung dihadapkan pada situasi kemanusiaan yang membutuhkan kecepatan dan kepedulian.
Di lingkungan SMK Sriwijaya, Kelurahan Jatinegara, para siswa bersama mentor menyampaikan pesan kamtibmas kepada para pelajar agar menjauhi tawuran dan perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
Pendekatan yang dilakukan secara humanis ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran hukum sejak dini di kalangan generasi muda.
Namun situasi berubah ketika dalam kegiatan patroli, petugas bertemu dengan Ketua RT setempat yang sedang berupaya membawa seorang warga penyandang disabilitas dalam kondisi pingsan.
Tanpa menunggu lama, para siswa bersama mentor langsung bergerak cepat memberikan pertolongan dan membantu proses evakuasi warga tersebut ke rumah sakit agar segera mendapatkan penanganan medis.
Momen tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para siswa Latja, bahwa tugas kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam kondisi apa pun. Nilai empati dan respons cepat yang ditunjukkan menjadi cerminan nyata dari semangat pengabdian Polri di tengah masyarakat.
Kapolsek Cakung, AKP Andre Try Putra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter anggota Polri yang humanis dan responsif.
” Setiap anggota Polri harus mampu hadir memberikan solusi di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan kemanusiaan. ” Tegas Kapolsek.
Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan seperti ini menjadi bekal penting bagi para siswa dalam menjalankan tugas ke depan.
Kapolsek juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua dan pelajar, untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Ia mengingatkan agar para pelajar tidak terlibat dalam tawuran maupun aktivitas yang melanggar hukum, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Masyarakat juga diminta untuk tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan maupun kejadian darurat kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan harapan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.



































