Bone, Jumat (08/05/2026) — Aksi sigap dan penuh dedikasi kembali ditunjukkan oleh Tim SAR Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel dalam menghadapi bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bone akibat curah hujan tinggi.
Sejak dini hari, tepatnya pukul 04.50 Wita, sebanyak 100 personel SAR yang dipimpin langsung oleh Danyon C Pelopor Kompol Rudi Mandaka, S.H., telah bergerak cepat melaksanakan patroli dan evakuasi di sejumlah titik terdampak. Personel disebar ke berbagai wilayah rawan banjir seperti Kelurahan Bajoe, Panyula, Biru, Masumpu, Toro, hingga Macanang guna memastikan keselamatan masyarakat.
Diawali dengan apel kesiapan dan arahan oleh Pasi Ops Yon C Pelopor Ipda Didik Johar, tim langsung bergerak menyisir lokasi-lokasi terdampak. Dalam waktu singkat, personel telah melakukan patroli intensif di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan permukiman warga yang mulai terendam air.
Evakuasi dramatis pun terjadi di beberapa titik, salah satunya di Kelurahan Panyula dan Jl. Andi Mangenre, di mana personel dengan sigap mengevakuasi warga menggunakan perahu karet dan peralatan SAR lainnya. Tidak hanya itu, di Jl. Reformasi, tim juga berhasil mengevakuasi pohon tumbang yang sempat menghambat akses jalan masyarakat.
Di tengah situasi darurat tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman turut hadir langsung meninjau lokasi banjir didampingi Danyon C Pelopor serta unsur OPD Kabupaten Bone, sebagai bentuk sinergitas dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak.
Namun di balik upaya maksimal tersebut, musibah turut menyisakan duka. Tim SAR berhasil menemukan korban tenggelam seorang anak berusia 5 tahun, Muh. Arsayan, di Kelurahan Panyula dalam kondisi meninggal dunia. Sebelumnya, satu korban lainnya, Naima (80), juga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana ini.
Meski demikian, kehadiran personel SAR Brimob di tengah masyarakat memberikan harapan dan rasa aman. Proses evakuasi berjalan dengan lancar, dan ratusan warga berhasil diselamatkan dari ancaman banjir.
Dengan dukungan peralatan lengkap seperti kendaraan taktis, perahu karet, pelampung, hingga dapur lapangan, Tim SAR Batalyon C Pelopor terus bersiaga penuh. Mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang, personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Sinergitas antara Brimob, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait pun menjadi kunci utama dalam penanganan bencana ini. Hingga saat ini, situasi di beberapa titik masih dalam tahap penanganan dan pemantauan, namun secara umum kondisi terpantau aman dan kondusif.
Aksi cepat, tanggap, dan penuh kepedulian ini menjadi bukti nyata hadirnya negara melalui Brimob di tengah masyarakat saat bencana melanda.








































