Agam, Sumatera Barat – Dalam rangka memastikan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di wilayah Sumatera Barat, Karoreminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Rudy Harianto melaksanakan peninjauan langsung pembangunan Jembatan Bailey di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar. Sabtu (14/2/2026).
Dalam kegiatan ini, Karorenminops Korbrimob didampingi Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin, Kabaglog Rorenminops Korbrimob Kombes Pol. Christiyanto Goetomo, Kapolres Agam AKBP Muari serta Para Pejabat Utama Polda Sumbar serta Forkopimda Kabupaten Agam.
Setibanya di lokasi pembangunan Jembatan Bailey I yang bertempat di Desa Jorong Koto Alam, Karorenminops Korbrimob bersama rombongan disambut oleh Dansatbrimob Polda Sumbar Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik beserta jajaran pejabat utama Satuan Brimob Polda Sumbar dan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Karorenminops Korbrimob juga mengikuti _zoom meeting_ bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk memberikan paparan terkait progres pembangunan Jembatan Bailey di wilayah Sumatera Barat.
Dalam paparannya, Karoreminops Korbrimob Polri menjelaskan secara komprehensif manfaat strategis pembangunan Jembatan Bailey bagi masyarakat Kecamatan Palembayan, khususnya dalam mendukung konektivitas, memperlancar distribusi logistik serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi warga.
Di Desa Subarang AIA, tim teknisi dan tim konstruksi yang dipimpin oleh personel Brimob bergerak sejak pagi hari dengan koordinasi yang solid. Hingga saat ini penyusunan komponen Jembatan, struktur rangka baja telah terpasang dan membentang di atas aliran sungai sebagai bagian dari tahapan akhir pengerjaan.
Jembatan Bailey ini menghubungkan Jorong Subarang AIA dengan Jorong Koto Alam, Nagari Salareh AIA Timur. Kehadiran Jembatan ini mampu memangkas jarak tempuh hingga 15 kilometer dan menghemat waktu perjalanan sekitar 30 menit.
Dengan beroperasinya Jembatan ini, sebanyak 2.200 warga akan dapat kembali beraktivitas secara normal. Fasilitas pendidikan yang terdiri dari 2 Sekolah Dasar dan 1 Sekolah Menengah Pertana juga dapat berfungsi kembali dengan lancar.
Selain itu, sekitar 400 Hektare lahan Persawahan dan 200 Hektare Perkebunan akan dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, sehingga mendukung pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
Pengecoran pondasi dilaksanakan secara maksimal guna memperkuat struktur dasar serta mecegah abrasi pada bibir sungai. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis, dengan mengedepankan keselamatan, kekuatan konstruksi, dan ketahanan jangka panjang.
Pemasangan Jembatan Bailey telah dilaksanakan, disertai normalisasi aliran sungai guna menjaga stabilitas konstruksi. Hingga saat ini, progres pemasangan Jembatan telah mencapai sembilan puluh lima persen sebagai solusi cepat untuk menjaga konektivitas masyarakat pascabanjir.
Inisiatif pembangunan Jembatan Bailey oleh Korps Brimob Polri ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, sekaligus komitmen dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.
Dengan progres yang terus meningkat dan situasi yang tetap aman serta kondusif, diharapkan pembangunan segera rampung dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Kabupaten Agam.
Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 kemarin mengakibatkan kerusakan infrastruktur, rumah dan akses jalan terputus.
Untuk itu, Korps Brimob Polri menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis di daerah terdampak, guna memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal serta memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam proses pemulihan.








































