PD. PARIAMAN | Gedung Olahraga Kabupaten Padang Pariaman pada Minggu, 5 April 2026, dipenuhi suasana yang berbeda dari hari biasanya. Sejak pagi, ratusan atlet Taekwondo berdatangan dengan seragam dobok putih, menciptakan pemandangan yang rapi dan seragam di dalam arena.
Di antara barisan peserta, Zahirman, S.Sos., MM tampak berdiri bersama para atlet lainnya. Tidak ada jarak yang membedakan, semua mengikuti alur kegiatan yang sama sejak awal hingga akhir.
Kegiatan pengukuhan sabuk hitam Taekwondo itu berlangsung tertib. Setiap tahapan dijalani sesuai prosedur, mulai dari persiapan, pemanggilan peserta, hingga prosesi inti yang menjadi penanda pencapaian tingkat lanjutan.
Zahirman sendiri selama ini dikenal sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Padang Pariaman. Di luar aktivitas kedinasan, ia menjalani latihan Taekwondo secara bertahap, mengikuti sistem yang berlaku dalam organisasi.
Perjalanan menuju sabuk hitam bukanlah sesuatu yang singkat. Latihan rutin, ujian kenaikan tingkat, serta evaluasi kemampuan menjadi bagian yang harus dilewati oleh setiap peserta tanpa pengecualian.
Di arena tersebut, suasana terasa tenang namun penuh makna. Para peserta tampak fokus mengikuti setiap arahan, menunjukkan bahwa proses yang dijalani bukan sekadar seremonial.
Ketika nama peserta dipanggil satu per satu, prosesi berjalan tanpa tergesa. Setiap individu mendapatkan giliran dengan pola yang sama, mencerminkan kesetaraan dalam proses pembinaan.
Pemasangan sabuk hitam dilakukan secara simbolis. Momen itu menjadi titik penanda bahwa tahapan latihan yang dijalani telah mencapai level lanjutan dalam Taekwondo.
Bagi sebagian peserta, pencapaian ini merupakan hasil dari latihan bertahun-tahun. Bagi yang lain, ini adalah kelanjutan dari perjalanan yang masih akan terus berlanjut.
Di sela kegiatan, percakapan ringan terdengar di antara para atlet. Mereka saling berbagi pengalaman tentang proses latihan, tantangan, hingga motivasi yang membuat mereka tetap bertahan.
Beberapa di antaranya menyebut bahwa konsistensi menjadi kunci utama. Tanpa latihan yang rutin, sulit untuk mencapai tahapan yang lebih tinggi dalam bela diri ini.
Zahirman mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan alur yang sama seperti peserta lainnya. Tidak ada perlakuan khusus, semua berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Kehadiran ratusan peserta membuat suasana terasa hidup. Barisan dobok putih dengan tingkatan sabuk yang berbeda membentuk gambaran proses pembinaan yang berjenjang.
Sejumlah pengurus Taekwondo Indonesia Kabupaten Padang Pariaman turut hadir mengawasi jalannya kegiatan. Mereka memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar yang berlaku.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengukuhan, tetapi juga ruang pertemuan bagi para atlet dari berbagai latar belakang untuk saling mengenal dan bertukar pengalaman.
Di akhir prosesi, seluruh peserta yang telah dikukuhkan berkumpul untuk sesi foto bersama. Momen tersebut menjadi penutup dari rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan tertib.
Bagi para peserta, termasuk Zahirman, sabuk hitam bukanlah akhir dari perjalanan. Justru tahap ini menandai tanggung jawab yang lebih besar dalam memahami dan mengembangkan kemampuan.
Kegiatan berakhir tanpa kemeriahan berlebihan. Namun dari proses yang dijalani, terlihat bahwa setiap capaian lahir dari tahapan yang panjang, disiplin, dan konsistensi yang terus dijaga.








































